Wakil Presiden Boediono akan melihat langsung penanganan bencana banjir bandang di Manado, Sulawesi Utara, Selasa (21/1/2014).  Berdasarkan agenda Wapres, Boediono akan bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma pada pukul 06.00 WIB.

Sementara itu, dalam diskusi di Kantor BPPT, Senin (20/1/2014), Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan kunjungan Wapres juga untuk mempersiapkan proses rehabilitasi. 

"Wapres juga akan ke Sulawesi Utara khususnya untuk mempersiapkan rehabilitasi dan rekonstruksi bencana," kata Sutopo. Sebelumnya diberitakan, sebagian bantuan sudah diterbangkan ke Sulawesi Utara.

Lima kloter Pesawat Hercules yang dibagi dalam beberapa tahap pengiriman mengangkut bantuan dari BNPB berupa alat rumah tangga, tenda; tikar, dan peralatan lain yang total berbobot 32,2 ton. Bantuan lain yang juga sudah dikirim berasal dari Kementerian Kesehatan, berupa obat dan keperluan lain kesehatan, seberat 10,1 ton. 

Lalu, Kementerian Sosial juga mengirimkan bantuan berupa makanan siap saji, peralatan makan, peralatan rumah tangga seberat 15 ton. Total bantuan dari Kementerian Sosial yang diterbangkan ke Manado berbobot 57,3 ton. 

Pengiriman bantuan ke Manado dilakukan mulai Jumat (17/1/2014). Kiriman berikutnya diterbangkan menggunakan dua penerbangan, Sabtu (18/1/2014), dan satu penerbangan pada Minggu (19/1/2014).

Banyak Dikalangan kita sedang dilanda musibah.. kita harus lebih waspada dengan adanya bencana..

Lima hari setelah banjir bandang menerjang Manado, warga yang menjadi korban mulai depresi. Mereka mengalami trauma berat akibat banjir bandang ini.

"Iya, mereka terlihat mulai depresi, dari raut wajah dan tutur bicaranya sangat terlihat jelas kalau mereka mengalami trauma dan tekanan," kata salah satu petugas medis, Stenly Pontolawokang kepada Kompas.com, Senin (20/1/2014). 

Stenly yang bertugas di Pos Kesehatan yang didirikan di Kelurahan Wonasa Tenga, Kelurahan Singkil mengakui prihatin dengan kondisi korban banjir. Menurut dia, pemerintah harus segera memikirkan penanganan serius terhadap kejiwaan para korban bencana. 

"Dapat dimaklumi kalau mereka depresi dan stres. Mereka kehilangan harta benda bahkan rumah mereka. Bencana itu menjadi sebuah trauma bagi kejiwaan mereka," tambah Stenly. 

Banjir bandang yang menerjang 9 kecamatan di Kota Manado memang membawa dampak kerusakan yang sangat besar. Wali Kota Manado, Vicky Lumentut mengatakan, ada ratusan rumah yang hanyut terbawa banjir. Sementara sekitar 10.000 rumah lainnya rusak. 

Ketika banjir telah surut, warga kehilangan harta benda mereka. Lumpur yang ditinggalkan di rumah pun sangat tebal. Di beberapa lokasi seperti di Ketang Baru, Kampung Ternate, Ternate Tanjung, Kampung Tubir, endapan lumpur bahkan mencapai ketinggian satu meter. Di sana-sini bahkan hingga ke jalan raya, sampah yang terbawa banjir tampak menggunung. Perabotan berserakan di tepi jalan. Lumpur yang mulai mengering terlihat sulit dibersihkan, sementara pasokan air bersih sangat terbatas. 

Depresi warga ditambah dengan tidak meratanya bantuan yang diberikan. Di satu lokasi, posko bencana telah dipenuhi dengan pasokan mi instan, sementara di wilayah lain masih banyak warga yang mengaku kesulitan mendapatkan makanan. 

"Kami berharap pemerintah bisa membagi rata bantuan yang datang agar adil. Begitu juga dengan donatur, jangan cuma di lokasi-lokasi itu saja, kami juga menjadi korban," ujar Pengki, warga Desa Tateli, Kecamatan Mandolang, Minahasa. Desa Tateli termasuk salah satu daerah yang ikut diterjang banjir bandang. Selain puluhan rumah warga rusak parah, tiga orang ditemukan tewas tersapu banjir.

Apa itu Biopori?

Biopori adalah lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai aktifitas organisme di dalamnya seperti cacing, perakaran tanaman, rayap, dan fauna tanah lainnya. Lubang-lubang yang terbentuk akan terisi udara dan akan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah. Jika lubang-lubang itu semakin banyak terbentuk, maka kemampuannya dalam menyerap airpun akan semakin meningkat pula, dengan demikian biopori tersebut dapat memperkecil peluang terjadinya aliran air di permukaan tanah sehingga menghindari atau memperkecil bahaya banjir.

Salah satu penyebab banjir dan pencemaran lingkungan yang terbesar adalah sampah. Jika biopori tidak dijumpai di sekitar lingkungan, maka kita dapat membuat sebuah tiruan biopori berupa lubang-lubang vertikal ke dalam tanah. Lubang-lubang tersebut selanjutnya diisi bahan organik seperti sampah-sampah organik rumah tangga, potongan rumput dan vegetasi lainnya. Bahan organik tersebut kemudian akan menjadi sumber energi bagi organisme dalam tanah untuk meningkatkan aktifitasnya untuk membentuk pori-pori di dalam tanah.

Semakin banyak lubang vertikal yang dibuat, maka akan semakin banyak pula jumlah biopori yang terbentuk. Secara otomatis, jumlah sampahpun akan semakin berkurang. Lubang-lubang vertikal tersebut dapat dibuat di mana saja, terutama di jalur aliran air hujan atau tempat yang lebih rendah sehingga banyak air menggenang, dan di sepanjang selokan.

Lubang-lubang vertikal tersebut akan menyusut karena sampah organik mengalami proses pengomposan. Hal ini terjadi karena aktifitas mikro organisme di dalam tanah. Pengambilan kompos sebaiknya dilakukan satu tahun sekali, dan biasa dilakukan pada musim kemarau. Kompos yang terbentuk kemudian juga dapat digunakan sebagai pupuk.

Selain mencegah banjir, biopori juga dapat meningkatkan kesuburan tanah. Hal ini disebabkan oleh aktifitas mikro organisme dalam tanah yang menarik organisme lain seperti cacing dan memperbaiki tanah yang gembur.

Masalah yang dihadapi sekolah dalam radius 4 km dan cara penanggulangannya*Pertanyaan cerdas cermat Eco Youth sesi essai dan presentasi

Masalah terbesar yang dihadapi adalah kurangnya interaksi (terutama interaksi secara langsung) antara warga sekolah dengan masyarakat sekitar, lingkungan yang gersang, dan masalah sampah. Untuk itu, kami memiliki alternatif penyelesaian yang diharapkan dapat mengatasi tiga masalah tersebut sekaligus. Yaitu kerja bakti untuk menanggulangi sampah dan penanaman pohon.

Dengan kerja bakti tersebut, secara otomatis akan tercipta interaksi dan kerja sama antara warga sekolah dengan masyarakat sekitar. Selain itu, masalah sampah dan lingkungan yang gersang sedikit demi sedikit akan mampu teratasi.

Karena kami bersekolah di bidang kesehatan, tentu tujuan dan prioritas kami adalah meningkatkan derajat kesehatan yang optimal. Lalu bagaimana mungkin kita dapat mewujudkan itu semua jika sampah masih saja belum bisa dicari upaya penyelesaian atau pengolahannya?

Sampah di sekitar lingkungan kami ada tiga jenis, yaitu sampah organik, sampah anorganik, dan sampah hasil dari praktikum. Untuk sampah anorganik, kita dan masyarakat dapat mengatasinya dengan melakukan daur ulang, di mana yang kita terapkan adalah daur ulang yang bukan hanya dapat dijual kembali tetapi juga daur ulang yang dapat digunakan kembali oleh masyarakat. Untuk sampah hasil dari praktikum, kita langsung membuangnya sesuai dengan prosedur dan ke tempat yang sudah ditetapkan.

Bukan hanya masyarakat dan warga sekolah yang menghasilkan sampah, tetapi juga para pengguna jalan. Yang kita tahu bahwa selama ini jarang sekali dijumpai tempat sampah di pinggir-pinggir jalan, akibatnya para pengguna jalan membuang sampah-sampah mereka begitu saja tanpa memperhatikan tempat. Untuk itu, kami berencana memberi dan meletakkan tempat-tempat sampah di beberapa titik jalan agar pengguna jalan tidak membuang sampah mereka sembarangan lagi.

Lingkungan yang gersang kita dapat atasi dengan penanaman pohon-pohon di lingkungan sekolah dan juga di sekitar pinggir jalan raya. Yang kita akan tanam adalah pohon-pohon yang memiliki khasiat sebagai obat – yang nantinya juga akan digunakan untuk praktik farmasi – dan pohon-pohon yang dapat menyerap polusi udara.

Sementara itu, di sepanjang pinggir jalan, kita juga akan membuat lubang-lubang vertikal yang diisi dengan sampah-sampah organik. Lubang-lubang vertikal tersebut diharapkan dapat mencipkatan biopori secara alami. Dengan banyaknya biopori yang terbentuk, maka kemampuan tanah dalam menyerap air diharapkan dapat lebih maksimal. Selain itu, sampah dalam lubang tersebut dapat kita ambil dalam jangka waktu 1 tahun kemudian, karena sampah tersebut juga sudah menjadi kompos dan bisa digunakan untuk pupuk. Pupuk yang terbentuk, selain dapat digunakan sebagai pupuk untuk tanaman yang ditanam juga dapat dijual kembali.

Tentunya segala upaya yang terencana tidak akan ada hasilnya jika tidak ada kesadaran dari masyarakat terutama diri kita sendiri untuk melakukannya. Untuk itu, kami akan membentuk dua tim. Di mana tim pertama akan membina masyarakat untuk menjalankan program-program tersebut dan tim kedua bertugas untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat akan arti penting dan tujuan dari program-program tersebut. Dengan demikian, program dapat berjalan seiring dengan berkembangnya kesadaran masyarakat akan kesehatan.



Baik Apple maupun Samsung berhasil menguasai pasar smartphone AS pada kuartal IV tahun 2013. Meskipun begitu, perbedaan persentase pangsa pasar di antara keduanya tercatat semakin melebar, dengan Apple sebagai juaranya.

Menurut lembaga survei NPD Group, seperti dikutip dari Phone Arena, Sabtu (18/1/2014), sebanyak 42 persen pengguna ponsel pintar di AS memiliki iPhone pada kuartal tersebut.

Persentase tersebut meningkat jauh, jika dibandingkan kuartal yang sama pada tahun sebelumnya. Saat itu, iPhone menguasai 35 persen pasar atau terjadi peningkatan 7 persen. 

Sementara, Samsung dengan smartphone Galaxy-nya hanya berhasil menggaet 26 persen pangsa pasar pada kuartal IV tahun 2013. Adapun peningkatan persentase pangsa pasar dibandingkan tahun sebelumnya terbilang cukup kecil, yaitu hanya 4 persen saja atau meningkat dari angka 22 persen.

Secara total, Apple dan Samsung berhasil menguasai 68 persen pangsa pasar smartphone di AS.

Tidak seperti Apple dan Samsung, kebanyakan vendor ponsel pintar ternama kehilangan pangsa pasar AS pada kuartal tersebut. Tercatat, Motorola, LG, HTC, dan BlackBerry hanya mendapatkan "jatah" kurang dari 10 persen. 

"Di saat lebih banyak konsumen AS bermigrasi ke smartphone, mereka lebih memilih iPhone dan ponsel Android besutan Samsung," tulis pihak NPD Group.


Temuan Yayasan Paramitra Malang menunjukkan banyak Pekerja Seksual Komersial (PSK)) yang menyerbu Kota Malang. PSK tersebut bekas dari beberapa kawasan lokalisasi yang sebelumnya telah ditutup seperti Surabaya, Tulungagung dan Banyuwangi.

Menurut Marsikan, fasilitator advokasi Yayasan Paramitra Malang, dikhawatirkan para PSK akan terus berpindah dan berputar-putar dari lokalisasi satu ke lokalisasi lain di Jawa Timur. 

Selain itu migrasi PSK menyulitkan pendamping atau konselor mengontrol penyebaran HIV/AIDS. Penyakit yang belum ditemukan obatnya ini akan menyebar tak terkendali dan mengancam kelompok berisiko yakni pengguna jasa PSK.

“Meski sejumlah lokalisasi mewajibkan pelanggan menggunakan kondom, tapi mereka sulit mengontrol secara langsung,” kata Marsikan. 

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat dikonfirmasi secara terpisah oleh Kompas.com mengaku akan mengevaluasi hasil temuan itu.

"Sah-sah saja hasil temuan itu. Ini kan masa transisi, saya kira biasa saja. Kan seperti efek bankempes, di pompa di sini maka akan melembung di bagian lain. Tapi sekarang saatnya kempesbareng-bareng. Selain itu belum tentu kanmereka asli sini, mungkin saja ngaku-ngaku asal Banyuwangi," jelasnya. 

Bupati Anas mengaku menerima surat agar lokalisasi jangan ditutup tahun ini. Mereka meminta agar pennutupan dilakukan tahun depan. Alasannya, karena masih ada anak yang bersekolah, atau juga kredit sepeda motor yang belum lunas.

"Tapi enggak mungkin nunggu seperti ini terus, ada alternatif-aternatif jalan keluar lainnya. Intinya, kami tetap akan berkomitmen untuk menutup semua lokalisasi yang ada di Banyuwangi, termasuk lokalisasi terbesar di Banyuwangi yaitu Padang Bulan di tahun 2014 ini. Anggaran yang sudah disiapkan untuk menutup Padang bulan ada 1,3 miliar," tegas Anas. 

Bupati Anas menambahkan, penutupan lokalisasi di Banyuwangi telah melakukan dialog yang panjang, mencapai tiga tahun. Pemda pun mengklaim telah menutup 10 dari 12 lokalisasi di Banyuwangi, setelah sebelumnya pemerintah pusat mengelontorkan modal usaha hampir Rp 2 miliar kepada 250 perempuan yang bersedia meninggalkan profesinya sebagai

Copyright © 2012 SANKARACARYA .